Tampilkan postingan dengan label WISATA ALAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WISATA ALAM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2013

Gunung Tiong Kandang Batang Tarang


Tiong Kandang merupakan salah satu objek wisata alam yang terdapat di Kabupaten Sanggau. Wisata ini terletak di Dusun Mangkit dan Dusun Mak Ijing dengan jarak 83 kilometer dari Kota Sanggau. Hutan pegunungan yang masih alami ini menjadi daya tarik pengunjung.
GUNUNG Tiong Kandang terletak di Desa Temiang Mali dan Desa Tae Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, Kalbar, yang dapat ditempuh melalui jalan darat, menggunakan Jalan Trans Kalimantan (Tayan Hilir ke arah Balai Batang Tarang).
Untuk menuju kawasan Gunung Tiong Kandang para wisatawan dapat mengunakan dua jalur, yaitu melalui Dusun Mangkit, Desa Temiang Mali dengan jarak 2.502 meter sampai ketengah-tengah (pedagi) Gunung Tiong Kandang. Atau melalui Dusun Mak Ijing, Desa Tea dengan jarak 2.855 meter sampailah ketengah-tengah (pedagi)  Gunung Tiong Kandang.

Kearton PakuNegara Kesuma Tayan


Salah satu bukti peninggalan Kerajaan Tayan yang masih ada saat ini adalah sebuah bangunan Keraton Pakunegara Kesuma yang merupakan salah satu dari lima cagar budaya yang ada di Kalimantan Barat berdasarkan KEPUTUSAN MENTERI KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA  REPUBLIK INDONESIA  Nomor : KM.10/PW.007/MKP/03 TENTANG PENETAPAN GEREJA TUA SEJIRAM, KERATON KERAJAAN TAYAN, RUMAH ADAT BETANG PANJANG, KERATON SANGGAU, DAN KERATON KERAJAAN SINTANG YANG BERLOKASI DI WILAYAH PROPINSI KALIMANTAN BARAT SEBAGAI BENDA CAGAR BUDAYA DAN/ATAU SITUS YANG DILINDUNGI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1992. Selain itu juga terdapat tiga buah meriam berada di halaman keraton tersebut yang bertuliskan tahun masehi 1698, serta sebuah Masjid yang kesemuanya berkondisi kurang terawat, sebab hanya mendapatkan perawatan dari ahli waris keraton serta warga sekitar.

Makam Juang Kab. Landak


Makam  juang Mandor terletak 88 kilometer dari kota Pontianak, atau 75 kilometer dari kota Ngabang dan dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan empat. Di lingkungan makam yang berada di 10 lokasi ini juga terdapat cagar alam. Makam juang Mandor merupakan akibat terjadinya peristiwa pembunuhan massal pada 28 Juni 1944 oleh penjajahan Jepang. Menurut catatan sejarah sebanyak 21.037 korban pembunuhan tersebut dimakamkan di 10 makam ini. Rumah Betang Saham, terletak 52 Km dari ibu kota Kabupaten Landak terletak di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Betang tersebut merupakan tempat tinggal masyarakat Dayak Kanayant. Betang Saham berdiri sejak 1875. Bangunan ini terdiri dari 35 pintu atau blok. Setiap pintu atau blok dihuni oleh 1 kepala keluarga dan panjangnya 180 meter.

Jembatan Gantung Kab. Sanggau


JEMBATAN GANTUNG – Salah satu jembatan tertua di kota Sanggau yang menyambungkan jalan Kota dan jalan Propinsi menyebrangi sungai sekayam, belum diketahui secara pasti berapa umur Jembatan ini, namun jembatan ini telah berdiri saat penjajahan Belanda, Jembatan ini merupakan salah satu peninggalan penjajah koloni Belanda yang mereka tinggalkan saat mereka kalah dalam peperangan dengan Jepang.
Letak Jembatan ini berada di dalam kota Sanggau, tepatnya di daerah Kantu hingga menyebrangi sungai sekayam di daerah Tanjung Sekayam. Bagi anda yang mengunjungi Sanggau, Anda dapat menjumpai jembatan ini, dan tidak sedikit juga orang yang menjadikan jembatan ini Objek Fotografi.

Keraton Surya Negara Kab. Sanggau


Keraton Surya Negara, Sanggau. Sebuah bangunan bersejarah yang terletak di bibir Kapuas Muara Kantuk. Setelah googling, Kerajaan Sanggau didirikan oleh Daradante pendatang dari Ketapang yang menikah dengan Babai Cingak dari suku Dayak Sanggau. Pusat pemerintahan berada di Desa Mengkiang (ke arah hulu sungai  Sekayam).  Kemudian pada tahun 1826 Sultan Ayub sebagai panembahan kala itu, memindahkan pusat kerajaan Sanggau ke Desa Kantuk. Itulah sepenggal kisah historis Keraton Surya Negara, Sanggau. Jujur, di kompleks Keraton Surya Negara, kami tidak menemukan informasi apapun.
Kembali ke asal muasal tersesat. Awalnya, kami berempat mendapat rekomendasi untuk plesir ke Air Terjun Pancur Aji. Setelah bertanya sana-sini dan berhasil menghadang metromini. Kami pun melobi sang empunya transportasi umum tersebut. Tapi sayang, malam yang segera menjemput, -karena kala itu jam menunjukkan pukul 4 sore-, dan biaya carter metromini sebesar 200 ribu rupiah. Membatalkan niat kami melihat pesona Air Terjun Pancur Aji.

Rabu, 04 Desember 2013

Pancur Aji Kab. Sanggau


Pancur Aji - adalah salah satu kawasan wisata di sanggau, tepatnya di kota sanggau tidak jauh dari pusat kota. Merupakan salah satu tempat wisata alam yang menjadi kebanggan Kabupatan Sanggau.
Panjur Aji menawarkan wisata alam dengan kawasan hutan lindung yang banyak terdapat flora langka seperti Kayu Tengkawang, taman anggrek, Kebun binatang seperti orang utan, buaya, aneka burung termasuk burung enggang khas Kalimantan.
Pancur Aji juga menawarkan wisata pesona air pegunungan seperti sungai Merobu, Engkuli, bayu, Kenian, Setapang, Mongan dan Sungai Mawang. Arus sungai yang cukup deras merupakan salah satu tantang yang menarik untuk dijelajahi.
Objek wisata Pancur Aji terdapat beberpa lokasi wisata diantaranya keindahan alam, keaslian hutan yang menawarkan kesegaran alami.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo